kotaku papua

Tuesday, 9 October 2018

MASYARAKAT PRONGGOLI SUASANA NATAL DI KAMPUNG PRONGGOLI KAB YAHUKIMO PAPUA

  MELESTARIKAN BUDAYA ADALAH KEUNIKAN OLEH MASYARAKAT PRONGGOLI TAK PERNAH LUPA BUDAYA KITA.
pronggoli 25 desember 2017
 sahiap  ialah  hiasan yang paling unik oleh orang yali di setiap natal  di pake ada kegiatan seperti dansa saat acara peresmian gedung  penyembutan perayaan natal di setiap saat
kemudian acara besar. budaya (history) ini salah satu budaya yang terkenal di dunia luar maupun masyarakat di sekitar nya. di dalam suatu  kelompok  dengan akan ada pekerja sama antar sesama untuk di lestarikan setiap saat tertentu oleh karena itu budaya pronggoli sangat terkenal oleh dunia luar lebih dari tahun 1961 an maka itu pria yang berhiasan  ULUAK PAHABOL membiasakan dengan tali rotan (sahiap) pernah di pake saat acara besar maupun kelompok . salah satu kebiasaan budaya suku yali lebih khusus distrik pronggoli terkenal dengan budaya lokal yang dikenal namanya yunggkul (dansa)

 ketika setiap acara perayaan natal merupakan kegiatan paling sakral dari setiap umat beragama kristen  bahkan dimana masyarakat  mengadakan natal di setiap kelompok atau wik masing-masing ini adanya kebersamaan dalam budaya pronggoli dan sekitarnya.

Di era modernisasi ini tak jarang kebudayaan – kebudayaan di suatu daerah masih gencar dipertontonkan  di muka publik .Hal ini tak lain karena minimnya kesadaran masyarakat akan warisan leluhur tersebut ,minat anak muda pun memudar seiring kemajuan zaman.
Beda halnya dengan masyarakat  papua yang masih kental akan  kebudayaan mereka .ada ratusan warisan budaya papua yang perlu mendapat perhatian khusus dari pihak pemerintah agar tetap lestari.
Pesta adat yungkul  masyarakat pronggoli  suku  yali 
Banyak sekali kebudayaan masyarakat yang ada di papua khususnya di yali pronggoli  .salah satunya yaitu pesta adat yang digelar khusus untuk memperingati hari hut injil masuk  .orang-orang pronggoli  menyebut pesta adat ini dengan nama  yungkul (dansa)
Pesta memperingati  hari hut injil masuk diadakan   satu tahun sekali .tata cara pelaksanaannya dimulai dari persiapan yang memakan waktu kurang lebih setengah bulan .hal yang pertama dilakukan ketika ada  bekerja kelompok atau kerja kolektif maka jika ingin mengelar  kegiatan yang pertama lakukan adalah tahap persiapan yaitu dengan mengundang para tokoh gereja atau pemerintah akan membantu dalam  kegiatan awal sampai selesai   yang ada di desa lain dan biasanya ada panitia inti yang sepenuhnya di tangani dalam proses kegiatan tersebut  keluarga yang di undang untuk hadir dalam kegiatan  tersebut.undangan diantar langsung oleh panitia    kepada bupati atau gubernur maupun  pegawai lainnya  yang ada di  kampung  maupun di kota  acara yungkul  lazimnya di adakan pada saat hari mulai kegiatan maupun   selesai 
Ketika hari tiba di mana hari ha pelaksana (hut)  tersebut dilangsungkan maka tamu undangan berdatangan menghadiri acara tersebut.Dalam  undangan biasanya dihadiri sebanyak 100 -200 orang yang terdiri dari para pimpinan gereja serta pemerintah kabupaten atau  provinsi papua .Tamu undangan langsung menari di tempat yang telah disediakan sebagai jamuan nya tamu undangan diberi makan yang di siapkan oleh panitia
Tarian dimaksudkan sebagai penyemangat  bagi keluarga yang tengah kebersamaan agar meramaikan melalui dansa (yungkul)


ketika lahirnya budaya  maka kita dapat melestarikan dengan gaya hidup masyarakat setempat lebih umum masyarakat yali dan khusus di distrik pronggoli kabupaten yahukimo provinsi papua. dalam motif ini akan di bertahankan karena semakin hari budaya kita  menghilang .  maka itu  kita   harus perlu dipertahankan agar tetap menjaga identitas budaya kita yaitu  budaya pronggoli . ada beberapa masyarakat kami tunjukkan budaya kita dengan gaya yang   unik.
ketika tokoh pemuda atau masyarakat ditrik  pronggoli di kampung Assoma.budaya  telah tampil dengan  gaya berbagai hiasan  ada yang pake sahiap ( tali rotan) ada juga pake puali ( bulu-bul burung) dan pak ahap (bulu kus pohon). dll terinda nya dilestariskan kebudayaan akan mempertahan tahun ketahun tak bisa dihilankan budaya kita .
jika semua masyarakat pronggoli dibiasakan budaya itu adalah identitas mereka, satu hal yang kita pelajari budaya di setiap suku bangsa  dan negara  pasti akan berbeda  dengan  berbagai  budaya maka kita juga akan dipertahankan,. ketika  saya mempelajari budaya  orang  lain, sangat dijaga di setiap masyarakat berbagai kampung   dan saat mereka  juga di lestarikan acara tertentu,  salah satu contoh, budaya  sulawesi di toraja acara upacara pernikahan sangat unik dengan budaya mereka bahkan juga acara orang meninggal& lainnya .
 
  
adapunn salah satu faktor -faktor akan mempengaruhi adalah budaya orang luar dengan berbagai cara untuk menghilangkan budaya kita
 yaitu:
  1.  menghilangkan acara orang meninggal secara adat kebiasaan di setiap  kampung
  2. melarang  penyimpanan barang berhala
  3. semakin menghilang dansa  diantara sesama kampung lain
  4. pindah masyarakat dari kampung ke kota 
  5. pakaian adat (humi kem) dll.
GAMBAR POPULER DISTRIK PRONGGOLI

PENULIS ARTIKEL ADMIND    : ZUAREG  YUSTINUS KABAK
FOTOGRAFER                : NIANA NIA KABAKHE
 ASSOMA PROPILPON
 DESA SIWIKMA 









2 comments: