kotaku papua

Saturday, 3 August 2019

RATUSAN MAHASISWA UNCEN MELAKUKAN AKSI DEMO DIDEPAN GAPURA UNCEN ATAS WAENA


Ratusan mahasiswa Uncen unjuk rasa tuntut janji rektor

 
RIBUAN MAHASISWA UNCEN BERDEMONSTRASI PEMALANGAN KAMPUS.
uncen melakuakan aksi demontrasi di depan gapura uncen atas waena : sabtu 2/8/2019 pukul 10:00 wpb
ratusan  mahasiswa uncen menuntut janji rektor  uncen 100%  mahasiswa papua (oap) 70% non papua.
dengan nyatanya tidak ada yang lulus bagi anak papua melalui jalur . JMSBSLSB DAN LINNYA.
kami mahasiswa papua menuntut janji rektor uncen kemarin ujarnya*
korlap.
kami mahasiswa papua menuntut kepada   pihak yang tidak bertanggung jawabkan dalam hal ini rektor uncen. sendiri,.
ribuan mahasiswa yang telah tes pada kali ini nyatanya tidak lulus 100%  sesuai dengan janji rektor kemarin  bahwa mahasiswa papua harus 100%  diluluskan namun tdk diinginkan harapan oap
maka kami mahasiswa  uncen menuntut kepada rektor universita cenderawasih  pihak yang harus mengaku dengan berjanjian yang telah di janjikan kepada oap itu sendiri
bahwa hari ini kami berbicara masalah oap seolah-olah  kampus ini dijadikan lahan bisnis dan kampus uncen hadir untuk orang papua  buakn sekilintir orang meminkan untuk individu dan kepentingan itu sendiri.
  tak hanya aksi demonstrasi namun juga pemalangan pintu masuk gapura uncen  waena






Aksi demo yang dilakukan solidaritas peduli Uncen di depan pintu utama Kampus Uncen lama di Abepura, Kota Jayapura, Papua. ( suara mahasiswa di depan mata kita)
Jayapura - Ratusan mahasisiwa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang tergabung dalam solidaritas peduli Uncen berunjuk rasa menuntut janji rektor untuk menerima seluruh siswa yang mendaftar melalui jalur lokal.

Tak hanya aksi demonstrasi, ratusan mahasiswa itu juga menutup pintu masuk utama kampus lama Universitas Cenderawasih di Abepura, Jayapura. Ratusan mahasiswa itu berorasi menyampaikan tujuan aksinya persis di depan pintu masuk utama pada pukul 11.00 WIT hingga sore hari.

Kastro Asso, salah satu pendemo di Jayapura, Jumat, mengatakan terpaksa berunjuk rasa karena sudah melakukan pertemuan dengan Rektor Uncen untuk menyampaikan persoalan itu, dan Rektor berjanji akan menerima seluruh calon mahasiswa yang tes di Uncen melalui jalur lokal.

"Rektor sudah janji tetapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya maka kami menggelar demo untuk mempertanyakan janji itu," katanya.

Frengki Ilintamon, koordinator aksi demo di Jayapura, mengemukakan tujuan dari kita demo ini mengacu pada penerimaan mahasiswa baru yang tes melalui jalur lokal yang kebanyakan tidak diterima.

Selanjutnya, banyak mahasiswa non Papua yang mengikuti tes melalui online/daring yang banyak diterima. Kebanyakan mahasiswa asli Papua tidak lulus tes terutama melalui tes lokal yang pemberian berkasnya langsung ke kampus.

"Mengacu pada itu, kami dari solidaritas peduli Uncen berunjuk rasa dengan tujuan teman-teman asli Papua yang tes lokal, namun tidak diterima ini dapat diakomodir dan diterima sesuai janji rektor," ujarnya.

Pendemo berharap ribuan mahasiswa Papua yang mengikuti tes lokal, namun tidak lulus dapat direkrut kembali. Lantaran mereka tidak hanya mengikuti tes tetapi harus membayar biaya sebesar Rp300 ribu saat tes, belum lagi ditambah dengan biaya transportasi pulang pergi kampus ke rumahnya.

"Sehingga kami solidaritas mahasiswa peduli Uncen meminta kepada Rektor segera merekrut kembali mereka yang tidak lulus, karena kebanyakan anak asli Papua," ujarnya.

Dia mengatakan, aksi demo itu tidak hanya dilakukan di Kampus Uncen lama di Abepura tetapi aksi serupa juga dilakukan di Kampus Uncen baru yang beralamat di Perumnas III Waena. Jumlah yang mereka yang tidak diterima kurang lebih sekitar 3.000 lebih siswa

Frengki mengaku, sebelum melakukan aksi untuk rasa, pihaknya sudah melakukan pertemuan tiga sampai empat kali dengan Rektor Uncen guna membicarakan masalah ini.

"Waktu pertemuan, Rektor berjanji akan merekrut semua mahasiswa orang asli Papua itu 100 persen, tetapi hasil yang dikeluarkan hari ini tidak memenuhi sesuai pertemuan. Sehingga kami minta teman-teman yang tidak lulus ini direkrut kembali," ujarnya.

Jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh pihak kampus, maka mereka akan tetap memalang kampus dan memboikot proses perkuliahan.*

  (suara mahasiswa  didepan mata kita )

No comments:

Post a Comment